Image

Eksotisme Wisata di Trowulan Mojokerto Dikenalkan 3 Mahasiswi Unair Ini di Korea Selatan

Dibaca 11370 kali

Eksotisme budaya tradisional di Indonesia selalu menarik warga asing.

Demikian pula potensi wisata di Trowulan, kabupaten Mojokerto.

Berbagai peninggalan candi dan tradisi warga di tempat peninggalan Kerajaan Majapahit itu telah dikenalkan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) dalam konferensi tentang pariwisata yang diadakan The Tourism Science Society of Korea di Songdo Convensia, Incheon, Korea Selatan, pada 12-13 Februari lalu.

Mereka yaitu Nisrinah Arofahtus (21) mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Samara Rahma Dania (20) mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Eka Dewi Pratiwi (19) mahasiswa Fakultas Farmasi.

Konferensi ini telah berlangsung selama 83 tahun ini merupakan ajang konferensi yang cukup bergengsi di Korea Selatan.

Dan ketiga mahasiswa tersebut berhasil meloloskan makalah dengan judul "Tour of Trowulan History (TROLLS): Historical Education Tour as a Solution to Increase Regional Potential of Trowulan" untuk dipresentasikan.

"Menjadi presentator di ajang internasional sangat mengejutkan bagi kami,"ungkap Nisrina.

Menurutnya, banyak pemakalah yang menunjukkan gagasannya di even yang sebagian besar dihadiri oleh mahasiswa S2, S3, profesor, hingga peneliti yang memiliki minat dan pengetahuan terkait kepariwisataan.

“Awalnya kami hanya mencoba, karena sebenarnya sebelum ini sempat punya proyek bertiga di bawah bimbingan Bu Sri Endah Nurhidayati dosen pariwisata Unair. Lalu saya mencari di internet, ternyata ada even ini. Saya tawarkan ke teman-teman bagaimana jika paper ini diajukan? Alhamdulillah teman-teman setuju,” tambahnya.

Nisrinah merupakan salah satu anggota yang berasal dari Mojokerto memaparkan banyak potensi dari kawasan Trowulan untuk bisa dijadikan destinasi wisata.

Namun, sejauh ini masih belum banyak pengelolaan yang menarik banyak wisatawan.

“Jika gagasan ini bisa diimplementasikan, maka dapat memberikan multiplier effect yang baik bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat Mojokerto, khususnya Trowulan,” ungkapnya.

Sebagai satu-satunya delegasi dari Indonesia, Samara menambahkan menjadi pengalaman yang cukup unik

Sebab ia dan kedua anggota tim memiliki disiplin ilmu yang jauh berbeda dengan tema konferensi.

“Masya Allah, kami sangat bersyukur. Kami mendapat kenalan beberapa researcher. Di antaranya Ai Tashiro dari University of Tokyo, Prof. Jungki Michael Min dari Halla University, dan Sung-Hun," jelas Samara.

Mereka sangat bersemangat menceritakan respon panitia dan peserta lain akan presentasi mereka.

Sambutan hangat diiringi tepuk tangan dari panitia dan peserta berhasil didapat ketiganya usai presentasi makalah.

Sehingga ketiganya sangat berkesan. Bahkan, salah seorang peneliti mengatakan pada mereka “Good presentation!”.

Sementara itu, Eka salah seorang anggota yang lain mengatakan, dari konferensi itu mereka mendapat beragam pengalaman, masukan, serta ilmu dan ide-ide dari peserta yang lain.

Para panitia memberi kesempatan kepada mereka untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya.

Bahkan, lanjut dia, seorang panitia, Sangmi Jeon mengucapkan terimakasih banyak dan sangat mengapresiasi kehadiran dan keberanian ketiganya.

“Beliau mengatakan bahwa kami adalah satu-satunya muslim, jadi sangat mudah dikenali. Mereka sangat memperhatikan kebutuhan kami, mulai dari makanan halal, waktu salat, dan keramahan yang membuat kami terharu,” terang Eka.

Usai konferensi ini, ketiganya berharap mampu memberikan kontribusi yang lebih baik lagi.

Bukan hanya untuk mengharumkan nama Unair namun juga Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi ajang pelecut semangat bagi mereka bahwa perbedaan minat tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan mengembangkan ide bersama.

 

 

Link: